Menu Buka Puasa

Image courtesy of Rahhal/ FreeDigitalPhotos.net

Di Indonesia, orang puasa harus menahan rasa haus dan lapar selama kurang lebih tiga belas jam.  Walaupun Anda sudah mengkonsumsi menu sahur, tetapi ketika siang hari sampai maghrib, Anda sudah merasakan tanda-tanda lapar. Ditambah lagi selama 13 jam tersebut, aktivitas fisik yang memerlukan energi terus berlangsung. Pada saat itu, energi tambahan selain dari katabolisme menu sahur, didapat pula dari pemecahan glikogen di dalam otot. Oleh karena itu, pada saat buka puasa, Anda harus segera menggantikan energi tersebut. Namun, banyak orang yang keliru pada saat memilih dan mengkonsumsi menu buka puasa. Digiku.com membagi tiga jenis menu buka puasa berdasarkan waktunya, yaitu:

1)    Menu awal buka puasa

2)    Menu inti buka puasa

3)    Menu akhir buka puasa

Menu buka puasa sebaiknya jangan langsung mengkonsumsi makanan ‘berat’ karena bisa membuat lambung menjadi kaget1). Mengikuti sunnah Rasulullah shallalahu’alaihi wa salam, sebaiknya menu buka puasa diawali (Menu awal buka puasa) dengan mengkonsumsi kurma, air, dan minuman yang manis-manis seperti madu, susu, kolak, teh manis, dan sebagainya2). Hal ini dikarenakan makanan dan minuman manis memiliki kemudahan untuk diserap oleh tubuh terutama otak sehingga energi untuk otak dan tubuh bisa segera meningkat2). Setelah menyantap menu awal buka puasa, lakukanlah shalat Maghrib. Usai shalat Magrib, barulah Anda mengkonsumsi menu inti buka puasa, yaitu berupa makanan yang ‘berat’ sebagai menu makan malam saat puasa1). Setelah melaksanakan shalat tarawih, tutuplah menu buka puasa dengan menu akhir buka puasa sebelum tidur berupa makanan ‘kecil’1). Lihatlah Contoh Menu Buka Puasa beserta dilengkapi dengan total jumlah kandungan energi dan zat gizi.

Sumber :

  1. Wirakusumah EP. 2010. Sehat Cara Alquar’an & Hadits. Jakarta: PT Mizan Publika
  2. Syarifuddin A. 2003. Puasa Menuju Sehat Fisik dan Psikis. Jakarta: Gema Insani