10 Makanan Untuk Penderita Diabetes Mellitus

gambar makanan untuk penderita diabetes mellitusImage courtesy of Stuart Miles/ FreeDigitalPhotos.net

Penyakit kencing manis atau diabetes mellitus merupakan suatu kumpulan gejala yang timbul akibat kekurangan hormon insulin baik secara kuantitatif maupun kualitatif sehingga terjadi peningkatan kadar glukosa3). Diabetes mellitus dibedakan menjadi diabetes tipe I dan tipe II. Kadar glukosa darah penderita diabetes mellitus yaitu diatas 125 mg/dL dalam keadaan puasa dan diatas 200 mg/dL setelah makan (diambil 2 jam setelah makan)1). Penyakit ini lebih banyak diderita oleh laki-laki dengan prevalensi 4-5 kali lebih sering daripada wanita. Perencanaan makan bagi penderita diabetes mellitus mengacu pada 3J yaitu jumlah, jenis dan jadwal makan2). Inilah 10 Makanan Untuk Penderita Diabetes Mellitus versi digiku.com :

1.  Makanan yang mengandung karbohidrat yang lambat diserap dan menghindari sebaliknya1)

Konsumsi makanan yang mengandung karbohidrat yang lambat diserap dan tidak mudah pecah menjadi glukosa seperti pada kacang-kacangan, serat (buah dan sayur), pati dan umbi-umbian dapat mencegah peningkatan kadar gula darah secara drastis karena penyerapannya lebih lambat. Sebaliknya, karbohidrat yang mudah diserap akan mempercepat peningkatan gula darah seperti gula (gula pasir, gula merah, sirop), produk padi-padian (roti, pasta), dan makanan panggang.

2.  Makanan yang mengandung protein hewani yang rendah lemak1)

Fungsi protein antara lain membangun dan memperbaiki sel-sel tubuh yang rusak , merangsang produksi glukagon atau hormon yang dapat menurunkan kadar gula darah, membantu tubuh membakar simpanan lemak serta dapat menunda rasa lapar sehingga dapat menghindarkan penderita diabetes dari kebiasaan makan berlebihan yang dapat memicu kegemukan. Contoh sumber makanan yang mengandung protein tinggi dan rendah lemak antara lain ikan, daging ayam bagian paha dan sayap tanpa kulit, daging merah bagian paha dan kaki serta putih telur.

3.  Perbanyak konsumsi makanan yang mengandung lemak tidak jenuh baik tunggal maupun ganda dan menghindari konsumsi lemak jenuh1)

Penyebab utama terjadinya kepekaan terhadap insulin dan kelebihan berat badan adalah lemak. Lemak dibedakan menjadi lemak jenuh dan lemak tidak jenuh (tunggal dan ganda). Contoh sumber makanan yang mengandung lemak jenuh antara lain minyak kelapa, minyak jagung, minyak kedelai, minyak biji bunga matahari, dan makanan yang mengandung sebagian minyak terhidrogenasi. Sebaiknya makanan yang digoreng atau diolah dengan minyak tersebut dihindari. Sebaliknya, dianjurkan untuk mengonsumsi makanan yang mengandung lemak tidak jenuh (tunggal maupun ganda). Contoh makanan yang mengandung lemak tidak jenuh tunggal (omega 9) seperti minyak zaitun, advokad, dan kacang-kacangan. Lemak ini dapat meningkatkan HDL (kolesterol baik) dan menghalangi oksidasi LDL (kolesterol jahat) sehingga lemak ini sangat baik dikonsumsi oleh penderita diabetes mellitus. Selain itu, lemak tidak jenuh ganda (omega 3) juga sangat dianjurkan bagi penderita diabetes mellitus karena dapat menghasilkan cairan selaput sel yang dapat menjaga kepekaan rangsangan sel terhadap aktivitas hormon insulin dan lemak ini banyak ditemukan pada telur omega 3, lemak ikan salem dan tuna.

4.  Serat terutama serat larut air pada sayur-sayuran dan buah-buahan1)

Konsumsi serat juga memiliki banyak manfaat bagi penderita diabetes mellitus. Serat ini berperan dalam memperbaiki respon glukosa darah dan insulin indeks, menjaga agar kadar glukosa tidak berlebihan dalam darah dengan cara menghambat lewatnya glukosa melalui dinding saluran pencernaan menuju pembuluh darah, serta membantu penyerapan glukosa dalam darah memperlambat pelepasan glukosa dalam darah. Contoh sayuran yang memberikan tingkat kenaikan gula darah dan hormon insulin yang paling rendah antara lain asparagus, brokoli, kol, seledri, kacang hijau dan lada.

5.  Batasi konsumsi makanan yang mengandung kolesterol1)

Batas konsumsi kolesterol bagi pederita diabetes mellitus adalah 300 mg/hari. Kolesterol banyak ditemukan pada kuning telur, hati dan otak. Konsumsi kolesterol yang berlebih tentunya memiliki dampak yang buruk bagi kesehatan.

6.  Kendalikan konsumsi gula1)

Gula yang dikonsumsi secara berlebihan dapat meningkatkan kadar glukosa darah karena glukosa yang terkandung didalamnya sangat cepat diserap tubuh. Gula dalam hal ini sukrosa yang terdapat pada gula pasir, gula merah dan gula batu mengandung kalori yang tinggi sebanyak 351 kalori/100 gram sehingga penggunaannya perlu dibatasi. Bagi penderita diabetes mellitus, konsumsi gula dibatasi tidak boleh lebih dari 5% dari total kalori (3-4 sendok makan) sehari. Pemanis buatan dapat menjadi alternatif pemanis sebagai pengganti gula bagi penderita diabetes mellitus.

7.  Konsumsi garam secukupnya1).

Konsumsi garam dibatasi tidak lebih dari 2400 mg/hari atau 1 sendok teh karena faktor risiko terjadinya diabetes mellitus adalah karena meningkatnya tekanan darah.

8.  Cukup vitamin dan mineral1)

Konsumsi makanan yang mengandung vitamin A dan vitamin E yang kaya antioksidan serta mineral magnesium, kromium pikolinat, dan zeng yang dapat meningkatkan efektivitas kerja hormon insulin sangat dianjurkan bagi penderita penyakit ini.

9.  Minum air dalam jumlah cukup1)

Jumlah air sebaiknya dikonsumsi minimal 2,5 liter per hari karena air minum merupakan minuman tanpa karbohidrat dan gula sehingga baik dikonsumsi oleh penderita penyakit ini.

10. Makanan yang memiliki indeks glikemik pangan rendah1)

Tingkatan pangan menurut efeknya terhadap kadar gula darah disebut indeks glikemik pangan. Pangan yang memiliki indeks glikemik rendah (<55) dapat mengendalikan rasa lapar dan nafsu makan karena pelepasan glukosa ke dalam darah dilakukan secara lambat.

Sumber :

  1. Nurjanah N, Julianti ED. 2006. Taklukkan Diabetes dengan Terapi Jus. Jakarta: Puspa Swara.
  2. Sutedjo AY. 2010. 5 Strategi Penderita Diabetes Mellitus Berusia Panjang. Yogyakarta: Kanisius.
  3. Tapan E. 2005. Kesehatan keluarga Penyakit Degeneratif. Jakarta: PT Elex Media Komputindo.