6 Makanan Untuk Penderita Asam Urat

gambar asam urat, gambar penderita asam urat, gambar makanan untuk penderita asam uratImage courtesy of www.cbfootcare.com

Beberapa tahun terakhir ini banyak orang yang menderita penyakit yang disebabkan oleh tinginya kadar asam urat dalam darah. Di Indonesia, 32% penderita asam urat adalah pria dibawah usia 34 tahun1). Asam urat merupakan salah satu sisa metabolisme protein dalam darah yang dihasilkan oleh tubuh melalui proses reaksi kimia yang terjadi di dalam sel, jaringan, organ dan harus dibuang melalui ginjal atau saluran urin karena tidak diperlukan oleh tubuh2).Kadar asam urat normal dalam darah untuk pria berkisar 3.4-7 mg/dl, dan untuk wanita berkisar 2.4-6 mg/dl. Faktor risiko asam urat antara lain senyawa purin berlebih, genetik, konsumsi alkohol berlebih, berat badan berlebih, obat tertentu, gangguan fungsi ginjal, usia, penyakit degeneratif (hipertensi, jantung, diabetes mellitus), serta kurang minum1).

     Gangguan metabolisme asam urat merupakan penyebab utama peningkatan kadar asam urat dalam darah. Salah satu penyebab dari peningkatan tersebut dikarenakan mengonsumsi makanantinggi purin sehingga diet yang dianjurkan adalah diet rendah purin untuk mengurangi pembentukan asam urat. Beberapa makanan yang dapat menaikkan kadar asam urat dalam darah antara lain jeroan, melinjo dan olahannya, kacang-kacangan yang dikeringkan, makanan yang diawetkan, kerang, kepiting, cumi-cumi, udang, bebek, burung, kaldu, minuman beralkohol dan beberapa sayur dan buah seperti bayam, kol, kangkung, daun singkong, nanas, durian dan lain-lain4).

     Sebaiknya jenis makanan yang dapat meningkatkan kadar asam urat dalam darah perlu dibatasi karena efeknya dapat menimbulkan plak di sendi atau bagian jaringan kemudian akan membentuk inflamasi (peradangan) khususnya di daerah sendi ibu jari kaki, siku, tumit, pergelangan tangan dan bahu2).Serangan pada asam urat terjadi secara tiba-tibadan mengakibatkan kesulitan gerak sehingga dapat mengganggu aktivitas sehari-hari dan dapat menurunkan produktivitas1). Selain itu, penyebab asam urat adalah karena adanya gangguan fungsi ginjal2). Salah satu cara yang digunakan untuk mengontrol kadar asam urat yaitu melalui diet yang sehat. Asam urat sangat dipengaruhi oleh pola makan. Inilah 6 Makanan Untuk Penderita Asam Urat versi digiku.com :

  1. Makanan yang direbus atau dikukus

Bagi penderita asam urat sebaiknya mengonsumsi makanan yang direbus atau dikukus karena makanan yang digoreng dapat menghambat pengeluaran asam urat melalui urin1).

  1. Buah-buahan dan sayur-sayuran organik

Konsumsi buah-buahan segar yang banyak mengandung air seperti semangka, melon, blewah, belimbing manis, dan mentimun sangat dianjurkan bagi penderita asam urat karena cairan pada buah tersebut dapat membantu mengeluarkan asam urat melalui urin. Namun tidak semua jenis buah-buahan baik dikonsumsi oleh penderita asam urat. Buah-buahan seperti alpukat dan durian perlu dihindari karena buah ini mengandung banyak lemak. Alpukat juga mengandung vitamin B3. Vitamin B3 dalam dosis besar dapat meningkatkan produksi asam urat. Buah-buahan yang memiliki kandungan vitamin C yang tinggi seperti jeruk, stroberi, anggur, mangga, cabai dapat meningkatkan pengeluaran asam urat dari tubuh. Secara umum, buah dan sayur memiliki sifat diuretik yang dapat meluruhkan air kencing sehingga dapat membantu pengeluaran asam urat melalui urin1).

  1. Minum air putih minimal 10 gelas per hari

Pengeluaran asam urat melalui urin dapat dibantu dengan cairan. Kita bisa mengukur ketidakcukupan cairan yang kita konsumsi dengan melihat warna urin1). Hindari konsumsi minuman yang mengandung alkohol dan kafein karena dapat memicu peningkatan asam urat dalam darah dan membebani fungsi ginjal3).

  1. Batasi makanan yang tinggi purin

Purin merupakan senyawa yang akan diubah menjadi asam urat dalam tubuh. Makanan tinggi purin sebaiknya dibatasi bagi penderita asam urat karena dapat meningkatkan kadar asam urat dalam darah. Bagi penderita asam urat yag sudah mengalami pembengkakan sendi seharusnya tidak mengonsumsi makanan yang berpurin. Batas asupan purin yaitu 100-150 mg/hari1).

  1. Diet rendah protein dan rendah lemak

Makanan sumber protein terutama protein hewani dapat meningkatkan kadar asam urat dalam darah karena memiliki kandungan purin yang tinggi. Asupan protein yang dianjurkan bagi penderita asam urat berkisar 50-70 gram/hari. Selain itu, lemak dapat menghambat pengeluaran asam urat melalui urin. Sebaiknya makanan bersantan, makanan yang digoreng, margarin dan mentega perlu dihindari dan konsumsi lemak yang dianjurkan sebanyak 15% dari total asupan kalori/hari1).

  1. Karbohidrat kompleks

Karbohidrat kompleks seperti ubi, singkong, nasi dan roti dapat meningkatkan pengeluaran asam urat. Sebaliknya, karbohidrat sederhana seperti permen, sirop, gula, dan gulali perlu dihindari karena dapat meningkatkan asam urat dalam darah1).

 

Sumber:

  1. Khomsan A, Harlinawati Y. 2008. Terapi Jus untuk Rematik & Asam Urat. Jakarta: Niaga Swadaya.
  2. Soenanto H. 2009. 100 Resep Sembuhkan Hipertensi, Asam Urat, dan Obesitas. Jakarta:   PT Elex Media Komputindo.
  3. Sustrani L, Alam S, Hadibroto I. 2004. Asam Urat. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.
  4. Wijayakusuma H. 2006. Atasi Rematik dan Asam Urat Ala Hembing. Jakarta: Puspa Swara.