9 Makanan Penurun Darah Tinggi

gambar makanan penurun darah tinggi, gambar darah tinggi, gambar hipertensi, gambar tekanan darahImage courtesy of Ambro/ FreeDigitalPhotos.net

 Suatu keadaan dimana tekanan darah sistolik dan diastolik dengan konsisten meningkat diatas 140/90 mmHg disebut hipertensi atau tekanan darah tinggi. Hipertensi dibedakan menjadi dua macam yaitu hipertensi primer dan sekunder. Hipertensi yang paling banyak terjadi adalah hipertensi primer sebanyak 90% dari semua kasus hipertensi. Faktor risiko hipertensi primer ini antara lain umur (lebih lanjut), jenis kelamin (pria), riwayat keluarga mengalami hipertensi, obesitas, aterosklerosis, merokok, kadar garam tinggi, konsumsi alkohol, dan stres1).

     Hipertensi sangat sering ditemukan.Persentase kejadian tekanan darah tinggi semakin meningkat seiring dengan pertambahan usia. Dua pertiga penderita hipertensi hidup di negara berkembang dan sepertiga tinggal di negara maju. Hasil penelitian WHO menyebutkan bahwa hampir setengah dari kejadian serangan jantung dipicu oleh tekanan darah tinggi serta kira-kira sekitar 7,1 juta kematian di dunia disebabkan oleh tekanan darah tinggi. Meskipun kondisi hipertensi sudah dikenal luas dan mudah dideteksi, hanya 50% penderita yang mengetahui bahwa tekanan darahnya sudah tinggi dan hanya 25% yang berobat. Pemeriksaan tekanan darah secara rutin, pengaturan pola makan dan gaya hidup sangat diperlukan untuk mengontrol tekanan darah. Selain itu, olahraga rutin dan berhenti merokok sangat dianjurkan untuk mengurangi risiko penyakit komplikasi9). Hipertensi dapat menimbulkan komplikasi yang fatal seperti timbulnya penyakit stroke, penyakit jantung dan gagal ginjal2). Pola makan yang sehat tentunya akan mendukung peningkatan kesehatan. Inilah 9Makanan Penurun Darah Tinggi versi digiku.com :

  1. Bawang putih

Selain sebagai bumbu, bawang putih juga memiliki banyak manfaat untuk kesehatan. Cara kerja bawang putih adalah seperti aspirin. Apabila dikonsumsi beberapa bulan, bawang putih yang dikeringkan (600-900 mg per hari) dapat berfungsi menurunkan tekanan darah. Selain itu, bawang putih ini dapat membantu mengencerkan darah dan mencegah penggumpalan darah di arteri7).

  1. Mentimun

Mentimun mengandung 15 kkal energi, 73 mg potasium, dan 9 mg vitamin C. Mentimun biasanya dinikmati masih dalam keadaan segar atau mentah. Manfaat mentimun ini adalah menurunkan tekanan darah tinggi, mengobati dehidrasi dan menjaga kesehatan kulit8).

  1. Belimbing

Belimbing memiliki sedikit kandungan lemak tak jenuh yang bermanfaat untuk menurukan tekanan darah tinggi dan mencegah kanker6). Selain itu, belimbing mengandung kalsium, fosfor, kalium, zat besi, provitamin A, vitamin B dan vitamin C serta merupakan sumber karbohidrat yang baik dan dapat digunakan sebagai sumber energi3).Namun belimbing perlu dihindari bagi penderita gangguan ginjal karena buah ini memiliki kandungan oksalat yang sangat tinggi5).

  1. Ikan tuna dan cakalang

Ikan merupakan salah satu sumber protein hewani yang digemari masyarakat. Ikan tersebut memiliki banyak kandungan omega 3 yang dapat membantu menurunkan tekanan darah tinggi4).

  1. Seledri

Seledri juga bermanfaat untuk menurunkan tekanan darah tinggi. Seledri mengandung kalium yang sangat tinggi sehingga memiliki rasio natrium terhadap kalium yang sangat rendah5).

  1. Tomat

Tomat memiliki kandungan likopen yang cukup tinggi. Pada tomat yang telah dimasak akan didapatkan kandungan likopen yang lebih banyak. Likopen yang dikonsumsi secara memadai akan mendorong produksi nitrogen monoksida yang dapat menurunkan tekanan darah5).

  1. Semangka

Semangka memiliki kandungan likopen dan arginin yang dapat menurunkan tekanan darah. Daging buah pada semangka yang berwarna merah banyak mengandung likopen, serta bagian albedo atau daging buah berwarna putih pada bagian dasar semangka banyak mengandung arginin. Selain itu, kandungan kalium yang sangat tinggi pada semangka juga bermanfaat untuk mengendalikan tekanan darah5).

  1. Rosella

Rosella memiliki kandungan fitokimia seperti antosianin, arginin, cyanidin, gossepin, hibiscin, hibiscetin, delphinidin-3 sambubioside, dan sabdaretin. Fitokimia tersebut bermanfaat untuk menurunkan tekanan darah5).

  1. Air kelapa

Air kelapa memiliki kandungan kalium yang sangat tinggi sehingga dapat menurunkan tekanan darah. Selain itu, efektivitas penurunan tekanan darah oleh air kelapa terkait dengan kemampuan air kelapa tersebut untuk meningkatkan aktivitas pembuluh darah, meningkatkan sirkulasi oksigen ke seluruh tubuh yang memerlukannya, menurunkan laju pembentukan plak, menurunkan kolesterol darah, meningkatkan sistem imun ginjal dan jantung, serta meningkatkan kinerja ginjal5).

Sumber :

  1. Baradero M, Dayrit MW, Siswadi Y.2005. Klien Gangguan Kardiovaskular: Seri Asuhan Keperawatan. Jakarta: EGC
  2. Gunawan L. 2001. Hipertensi, Penyakit Tekanan Darah Tinggi. Yogyakarta: Kanisius.
  3. Khomsan A, Anwar F. 2008. Sehat itu Mudah. Jakarta: PT Mizan Publika.
  4. Kurnia H. 2009. Kiat Jitu Tangkal Penyakit Orang Kantoran. Yogyakarta: Best Publisher.
  5. Lingga L. 2012. Bebas Hipertensi Tanpa Obat. Jakarta: AgroMedia.
  6. Nilawati S, Krisnatuti D, Mahendra, Djing OG. 2008. Care Yourself: Kolesterol. Jakarta: Penebar Plus+
  7. Palmer A, Williams B. 2007. Simple Guiede: Tekanan Darah Tinggi, penerjemah: Yasmine E. Jakarta: Erlangga. Terjemahan dari: Simple Guide Blood Pressure.
  8. Rozaline H. 2006. Terapi Jus Buah dan Sayur. Yogyakarta: Niaga Swadaya.
  9. Yahya F. 2010. Menakhlukkan Pembunuh No 1: Mencegah dan Mengatasi Penyakit Jantung Koroner Secara Tepat dan Cepat. Bandung: PT Mizan Pustaka