6 Makanan Penambah Darah

gambar makanan penambah darah, gambar darah, gambar penambah darahImage courtesy of Praisaeng/ FreeDigitalPhotos.net

Makanan merupakan bahan alamiah yang diperlukan tubuh untuk kesehatan, pertumbuhan, pemeliharaan, perbaikan sel-sel tubuh, dan peningkat daya tahan tubuh. Jenis makanan yang dikonsumsi akan mempengaruhi kesehatan seseorang. Pola makan seimbang dan bervariasi dapat menunjang kesehatan6). Sebaliknya, pola makan yang buruk akan memicu terjadinya gangguan kesehatan.Kurang darah atau anemia merupakan defisiensi sel darah merah atau kekurangan hemoglobin sehingga terjadi penurunan sel darah merah atau jumlah sel darah merah tetap namun normal tetapi jumlah hemoglobinnya subnormal7). Penyebabnya adalah kegagalan sumsum tulang atau kehilangan sel darah merah yang berlebihan. Kurang darah atau anemia dibedakan menjadi dua tipe yaitu anemia gizi dan non gizi. Penyebab anemia gizidikarenakan adanyakekurangan zat gizi tertentu yang dibutuhkanuntukmemproduksi sel darah merah. Sedangkan penyebab anemia non gizi dikarenakan oleh pendarahan menstruasi, luka akibat kecelakaan,atau penyakit darah yang bersifat genesis seperti thalasemia, hemofilia dan lainnya5).

     Dikatakan anemia apabila standar hemoglobin bagi laki-laki <13 g/dl dan wanita <12 g/dl. Pada penderita anemia atau kurang darah, kemampuan darah untuk membawa oksigen berkurang. Gejala kurang darah atau anemia diklasifikasikan menurut organ yang terkena yaitu: sistem kardiovaskular (cepat lelah, lesu, sesak napas saat beraktifitas, angina pektoris, gagal jantung), sistem saraf (sakit kepala, telinga berdenging, pusing, mata berkunang-kunang, kelemahan otot), sistem urogenital (gangguan haid, libido menurun), dan epitel (warna pucat pada kulit dan mukosa, elastisitas kulit menurun, rambut tipis dan halus)3). Gejala-gejala tersebut timbul karena jaringan tubuh pada penderita anemia terhambat yang juga akan menghambat respirasi sel. Akibatnya energi yang dihasilkan berkurang2).Konsumsi makanan sehat, berimbang dan beragam dapat membantu mengatasi masalah anemia. Inilah 6 Makanan Penambah Darah versi digiku.com :

  1. Sayuran Hijau

Beberapa jenis sayuran hijau sebagai penambah darah antara lain seledri, kangkung, bayam, brokoli, sawi, dan daun katuk. Sayuran tersebut merupakan sumber makanan penambah zat besi (Fe) sehingga dapat menambah darah untuk pengobatan anemia4). Bahan penyusun sel darah merah (hemoglobin) adalah zat besi (Fe). Selain itu menurut beberapa penelitian, sayuran hijau ini mengandung klorofil yang berfungsi sebagai pemacu laju pembentukan sel darah merah. Namun karena penyerapan zat besi dalam sayuran hijau di dalam tubuh kurang optimal, maka sebaiknya mengonsumsinya bersamaan dengan buah yang mengandung banyak vitamin C sehingga dapat membantu penyerapan zat besi8).

  1. Kacang-kacangan

Kacang-kacangan dapat meningkatkan sel darah merah di dalam tubuh. Jenis kacang-kacangan antara lain kacang merah, kacang kedelai, kacang hijau, kacang tanah, dan kacang almond. Bagi penderita anemia sangat dianjurkan mengonsumsi kacang-kacangan tersebut sebagai sumber makanan penambah darah4). Kacang-kacangan tersebut mengandung zat besi (Fe) yang dibutuhkan untuk pembentukan sel darah merah (hemoglobin) yang berfungsi membawa oksigen ke organ dan otot agar organ dapat berfungsi secara optimal dan otot menjadi tidak lemah1).

  1. Buah-buahan

Buah-buahan juga dapat membantu meningkatkan produksi sel darah merah seperti buah apel, melon, anggur, stroberi, limau, jeruk dan bit hijau4). Buah-buahan tersebut mengandung vitamin C yang berfungsi membantu penyerapan (absorption) zat besi (Fe) yang diperlukan oleh sel-sel tubuh1).

  1. Daging, hati dan hewan laut

Daging sapi, daging ayam, hati ayam dan seafood merupakan sumber pangan hewani yang kaya akan vitamin B12, zat besi dan asam folat sehingga dapat meningkatkan sel darah merah dalam tubuh4).Selain zat besi, vitamin B12 dan asam folat ini juga berpengaruh terhadap pembentukan sel darah merah (eritrosit). Defisiensi vitamin B12 dan asam folat ini juga bisa menyebabkan anemia9). Penyerapan zat besi pada sumber bahan pangan hewani lebih baik daripada sumber bahan pangan nabati6).

  1. Kuning telur

Kuning telur merupakan salah satu sumber makanan penambah darah. Kuning telur ini sangat baik dikonsumsi oleh penderita anemia. Caranya adalah rebus kuning telur ayam kampung dengan 60 gram daun bawang merah dan air secukupnya. Kemudian dikonsumsi 2 kali sehari secara teratur4).

  1. Sereal

Sereal juga mengandung zat besi yang baik untuk penderita anemia sebagai penambah darah. Dalam 100 mg oatmeal instan mengandung 11 mg zat besi4).

 

Sumber :

  1. Abidin DZ. 2002. Perubatan Islam dan Bukti Sains Moden. Malaysia: PTS Litera Utama.
  2. Arisworo D, Yusa, Sutresna N. 2006. IPA Terpadu (Biologi, Kimia, Fisika). Jakarta: PT Grafindo Media Pratama.
  3. Handayani W, Haribowo AS. 2008. Buku Ajar Asuhan Keperawatan dengan Gangguan Sistem Hematologi. Jakarta: Salemba Medika.
  4. Lentera news. 2014. Lenter News #4 Juli 2014: Kompetisi Gladiator Versus Manusiawi. Jakarta: LenterNews.
  5. Pangkalan ide. 2007. Diet Atkins. Jakarta: PT Elex Media Komputindo.
  6. Rozaline H. 2006. Terapi Jus Buah dan Sayur. Yogyakarta: Niaga Swadaya.
  7. Sloane E. 1995. Anatomi dan Fisiologi untuk Pemula, penerjemah: Veldman J. Jakarta: EGC. Terjemahan dari: Anatomy and Phisiology: An Easy Leaner.
  8. Winarsi H. 2007. Antioksidan Alami dan Radikal. Yogyakarta: Kanisius.
  9. Wirakusumah ES. 2007. 202 Jus Buah dan Sayuran. Jakarta: Penebar Plus+.